Dlh. Lumajang - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali mengajak masyarakat untuk menggunakan besek bambu sebagai alternatif pengganti kantong plastik dalam pembagian daging kurban.
Ajakan ini menjadi bagian dari gerakan “Kurban Bijak Tanpa Plastik” yang tahun ini berbarengan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2025.
Sebagai bentuk dukungan nyata, DLH Kabupaten Lumajang turut membagikan besek kepada panitia kurban di 15 masjid yang berada di wilayah kota Lumajang. Aksi ini dilakukan untuk mendorong praktik kurban yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi timbulan sampah plastik dari kegiatan tahunan tersebut.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lumajang, Gunawan Eko Prihantono, menyampaikan bahwa momen Idul Adha merupakan peluang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
“Penggunaan besek bambu bukan hanya soal kembali ke tradisi, tetapi juga langkah nyata mengurangi polusi plastik. Momen Idul Adha dan Hari Lingkungan Hidup ini harus kita manfaatkan sebagai pengingat bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil seperti memilih pembungkus yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan bahwa plastik sekali pakai yang umum digunakan dalam pembagian daging kurban cenderung langsung menjadi sampah yang mencemari lingkungan dan sulit terurai. Sebaliknya, besek bambu lebih aman bagi lingkungan, dapat terurai secara alami, serta memberdayakan pengrajin lokal.
DLH Lumajang juga mendorong penggunaan wadah alternatif lain, seperti daun pisang, daun jati, atau kotak makanan yang dapat dipakai ulang. Selain menyebarkan edukasi, pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran resmi untuk pelaksanaan kurban tanpa plastik di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti hanya di tahun ini. Kami berharap masyarakat Lumajang menjadikan ini sebagai kebiasaan baru dalam setiap perayaan Idul Adha,” tambahnya.
Melalui kolaborasi dengan panitia kurban dan masyarakat, DLH berharap gerakan ini menjadi contoh sederhana namun bermakna dalam menjawab tantangan lingkungan, serta menjadi bagian dari komitmen Lumajang dalam membangun budaya hijau dan berkelanjutan.(DLH/ Fad)