Dlh. Lumajang - Kegiatan penanaman cemara laut dan pohon sukun bertajuk “Pantai Lestari, Cemara Menyapa” di kawasan Hutan Kesambi Pantai Watu Pecak menjadi simbol kuat sinergi antara pelestarian alam dan warisan budaya lokal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian event nasional Segoro Topeng Kaliwungu yang mengusung tema “Mystical of Kaliwungu”.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemkab Lumajang dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai ekologis dan kultural di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan lingkungan hidup adalah dua hal yang berjalan beriringan dan saling menguatkan. Menanam pohon sekaligus merawat warisan budaya adalah bentuk pembangunan berkelanjutan yang kami dorong di Kabupaten Lumajang,” ujar Agus Triyono, Sabtu (28/6).
Selain memperbaiki kualitas lingkungan, penanaman 100 cemara laut dan 100 pohon sukun juga bertujuan untuk memperindah akses jalan sepanjang 100 meter menuju Pantai Watu Pecak, menciptakan koridor hijau alami yang akan menyambut wisatawan dengan nuansa sejuk dan asri.
Sementara itu, Gunawan Eko, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lumajang, menambahkan bahwa pohon-pohon yang ditanam memiliki peran ekologis sekaligus edukatif.
“Cemara laut memiliki akar yang kuat, sedangkan sukun tidak hanya memberikan keteduhan tapi juga nilai pangan dan ekonomi. Ini adalah investasi lingkungan yang harus dirawat bersama,” ujar Gunawan Eko.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini melibatkan banyak pihak dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, komunitas lingkungan, perusahaan, dan masyarakat pesisir. Hal ini menjadi wujud kolaborasi multipihak yang sangat penting untuk mewujudkan wilayah pesisir yang tangguh, lestari, dan mendukung ekowisata lokal.