Dlh. Lumajang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui pelatihan pengelolaan sampah, pembuatan pupuk organik, dan penghijauan bersama santri dan santriwati Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Bahrusysyifa di Aula PPTQ Bahrusysyifa pada Senin (30/6).
Kegiatan tersebut menjadi upaya dalam mewujudkan Eco Pesantren, yaitu pesantren yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Para peserta pelatihan diajak mempraktikkan cara memilah sampah, mengolah limbah dapur menjadi pupuk kompos, dan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang bernilai guna seperti ecobrick dan kerajinan daur ulang.
Kepala Bidang Pemeliharaan Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lumajang, Gunawan Eko, menyampaikan pentingnya pesantren sebagai pusat pendidikan karakter untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Santri adalah agen perubahan. Jika mereka sudah peduli terhadap lingkungan sejak dini, maka nilai-nilai itu akan terbawa ke masyarakat dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka,” ujarnya.
Menurut Gunawan, Program Eco Pesantren bukan hanya soal kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga tentang membangun budaya hidup sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini adalah langkah awal. Kami berharap keterampilan yang diajarkan bisa diterapkan secara nyata di lingkungan pesantren dan juga rumah masing-masing santri, kami akan terus mendampingi," tambahnya.
Pihak PPTQ Bahrusysyifa menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat menjadi kegiatan berkelanjutan. Para santri terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, baik teori maupun praktik langsung, seperti komposting dan penanaman tanaman hijau di sekitar pondok.
Melalui kegiatan ini, Gunawan Eko berharap semakin banyak lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, yang terlibat aktif dalam gerakan cinta lingkungan, sejalan dengan visi mewujudkan Lumajang yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.(Fad/ DLH)