Lumajang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang mengapresiasi kiprah Komunitas Pecinta Lingkungan (Kopling) Pronojiwo yang selama ini konsisten melakukan upaya pelestarian lingkungan dan pemulihan lahan kritis di wilayah Kecamatan Pronojiwo, khususnya Desa Tamanayu dan sekitarnya.
Sejak terbentuk pada 2017, komunitas ini aktif melakukan penghijauan di kawasan lereng curam yang sebelumnya mengalami penurunan tutupan vegetasi dan kerusakan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menyampaikan bahwa peran komunitas masyarakat sangat penting dalam mendukung pemulihan kawasan yang rentan longsor dan kekeringan. Menurutnya, kondisi lahan dengan kemiringan yang cukup tinggi di Pronojiwo membutuhkan penguatan vegetasi sebagai langkah konservasi tanah dan air.
“DLH sangat mengapresiasi komitmen Kopling Pronojiwo dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gerakan penghijauan dan konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memulihkan lahan kritis sekaligus menjaga sumber mata air,” ujar Hertutik.
Upaya pendampingan juga terus dilakukan DLH melalui jajaran teknis. Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Gunawan Eko, bersama tim secara langsung melakukan kunjungan lapangan ke lokasi kegiatan Kopling Pronojiwo. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis, evaluasi kegiatan, serta penguatan strategi konservasi yang telah berjalan.
Sementara Anggota Kopling, Husain dalam kesempatan lain menjelaskan bahwa gerakan ini berawal dari keprihatinan terhadap semakin banyaknya kawasan yang gundul dan berkurangnya pohon besar di wilayah Pronojiwo. Kondisi tersebut berdampak pada matinya sejumlah sumber mata air dan meningkatnya potensi longsor, sehingga komunitas berinisiatif melakukan penanaman pohon secara rutin di lahan-lahan yang membutuhkan pemulihan.
“Dulu banyak lahan yang mulai kritis dan sumber mata air berkurang saat musim kemarau. Dari situ kami bersama teman-teman berinisiatif melakukan penanaman secara bertahap. Alhamdulillah sekarang beberapa sumber air sudah kembali hidup dan lahan yang dulu gundul mulai hijau kembali,” kata Husain.
Upaya pelestarian dilakukan melalui penanaman pohon konservasi, penyulaman tanaman, pembibitan mandiri, hingga penanaman tanaman produktif seperti sukun dan sirsak sebagai bagian dari pendekatan pemulihan lahan yang juga memberi nilai manfaat bagi masyarakat. Hingga saat ini, ratusan pohon telah ditanam dan lebih dari 10 sumber mata air yang sebelumnya mati dilaporkan kembali hidup.
DLH menilai, keberhasilan Kopling dalam memulihkan lahan kritis menjadi contoh nyata kolaborasi masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain memperkuat fungsi resapan air dan menekan risiko longsor, upaya tersebut juga berkontribusi pada keberlanjutan kawasan Pronojiwo sebagai wilayah penyangga lingkungan dan destinasi wisata alam di Kabupaten Lumajang.(Fadli/ DLH)